Bonus Pitcures!!! (from ALVIAL) ^-^

Bonus Pitcures!!! (from ALVIAL) ^-^

yak.. sekian setelah saya capek membuat cerita ga jelas ini *halah* saya akhirnya memutuskan untuk menggambar bagaimana karakter dalam tokoh ALVIAL *ribet banget –”*

udalah.. kalian sebenraya uda pada ga sabar kan?? ayo, diliat-liat aja.. cekidott~

p.s. jangan lupa commen yaa~ *sambil ngalmbein tangan bareng abang john*

Read the rest of this entry

ALVIAL 8th Story : Who does I Love?

ALVIAL 8th Story : Who does I Love?

Sengatan matahari yang menyilaukan mataku memaksaku untuk bangun. Ohya, aku ada dimana? Ditempat tidur? Sepertinya aku kenal tempat ini. Astaga! Ini kamarku! Sejak kapan aku ada disini? Seingatku aku bersama Kevin berada diruang kerja yang letaknya dilantai paling bawah. Harus menuruni banyak tangga yang melelahkan. Tapi kenapa aku bisa ada disini. Tunggu dulu! Dimana Kevin?

Read the rest of this entry

Notification!

Notification!

Untuk beberapa hari keepan author minta maaf >.< Karena tidak bisa mengupdate cerita. Author lagi perjalanan mudik! Cihuyyy!!! :) tapi jangan pada sedih, authoor pasti inget ama kalian-kalian.. :D dadaa!!!! Have a fantastic holiday! Muaachh!!! :*

Jangan lupa kunjungi FB nya author yaa!!!

Dan setelah author mudik, ALVIAL 8th Story bakalan muncul! Jadi kalian tak akan kecewA. :) sekali lagi author minta maaf akrena ga bisa nemenin kalian pada liburan kali ini. Maaffffffff bangettt!!! Udah dulu yaaa!!!! Bye-bye!!! Muacchhh!!!! :*

*author ngloyor bareng John Martin lagi*

ALVIAL 6th Story : You Make Me Shocked!

ALVIAL 6th Story : You Make Me Shocked!

Previous story :

Aku melihatnya. Aku lihat dia melirikku dengan pandangan em… sadis kurasa. Apakah aku terlalu kasar padanya? Kakiku sudah tak kuat lagi. Aku langsung duduk dilantai dan menangis sekeras-kerasnya.

“Huaaaaaaaaaa……………………………… Keviinnnnnnnnnnn!!!!!!!!! Maafkan akuuuuuuuuuuu!!!!!…” aku menangis dihadapannya. Memalukan memang.

“Hei, sudahlah. Jangan menangis, aku sudah memaafkanmu…” dia langsung duduk dihadapanku dan menghapus air mataku.

“Tapi……” kata-kataku terputus saat dia…

***

Read the rest of this entry

ALVIAL 5th Story : This Time to Save Them

ALVIAL 5th Story : This Time to Save Them

Aku masih mempertimbangkan apa yang akan kulakukan. Menyanyi untuk griffin atau tidak. Tapi tak salah jika kucoba. Jika tak berhasil, aku akan memikirkan cara yang lainnya. Oke, tarik napas… aku tak tahu apakah suaraku bagus atau tidak, tapi kumohon, jangan kalian semakin ingin bunuh diri karena mendegar suaraku. Aku mulai bernyanyi…
Read the rest of this entry

ALVIAL 4th Story : The Introduce to The New World

ALVIAL 4th Story : The Introduce to The New World

Aku masih berdiri didepan pintu kamarnya tak percaya kata-kata Kevin tadi. Kita ke Alvial? Untuk dan menggunakan apa? Pasti orang ini mempermainkanku lagi! Dia memang benar-benar tak kapok untuk mempermainkanku. Awas saja, kalau dia mempermainkanku, tinju ini akan mendarat dikepalanya atau diperutnya!

“Hei, kenapa kau bengong? Kau masih tak percaya padaku hah? Baiklah, ayo ikuti akujika kau tak percaya” Kevin langsung menarik tanganku. Aish, anak ini benar-benar tidak tahu cara memperlakukan seorang wanita.

“Mau kemana kita?!”

“Sudah kukatakan! Kita akan ke Alvial. Camkan! ALVIAL!

Read the rest of this entry

ALVIAL 3rd Story : That Boy…

ALVIAL 3rd Story : That Boy…

Aku sangat terkejut. Mulutku terbuka lebar seolah sangat tak percaya. Kak Windy, adalah penguasa dari negeri Alvial. Dan Kevin, kemungkinan ia adalah jendral dari pasukan negeri itu.

“Apa kedua orang tuaku ada hubungannya dengan Alvial?” tanyaku.

Kevin tak menjawab. Ia terdiam menatapku lekat-lekat. Mungkin dia sudah tahu jawabannya, tapidia tak ingin menyakiti perasaanku. Tatapan matanya menyedihkan sekali. Ada apa sebenarya?

“Ya, Raja Alex dan Ratu Bella adalah penguasa sebelumnya..” katanya dengan berhati-hati.

Apa kata-katanya barusan tadi hah? Raja Alex? Ratu Bella? Jadi, semuanya benar? Aku, aku sama sekali tak percaya. Tak mungkin jika Papa, Mama dan Kak Windy terlibat dalam dongeng mereka sendiri. Semuanya sangat amat mustahil. Kepalaku pusing, seolah otakku tak bisa menerima semuanya seperti biasanya.  Penglihatanku kabur, sekelilingku rasanya seperti berputar, dan akhrnya aku tak melihat apa-apa…

***

Aku membuka mataku. Matahari saat itu sangat meyilaukan mataku. Dimana aku? Dikasur? Berarti aku berada dikamar. Tapi, dikamarnya siapa? Kamarku sama sekali tidak seperti ini. Aku memiringkan posisi tidurku. Disebelahku ada orang. Yah, itu adalah Kevin. Dia tertidur sanagt pulas… Tunggu dulu! Siapa disebelahku?! Kevin?! Kevin Weasley?!

Read the rest of this entry